Catatan Dua Belas Tahun Tobucil


Jika ditanya bagaimana rasanya menjalani Tobucil selama 12 tahun? aku pasti menjawab, biasa-biasa saja. Biasa karena, masa-masa sulit  membangun pondasi Tobucil sudah terlampaui di sepuluh tahun pertama. Sepuluh tahun berikutnya adalah menjawab masa pertumbuhan, mau tumbuh seperti apa?

Ketika menengok kembali perjalanan Tobucil selama 12 tahun, aku tidak pernah membayangkan Tobucil seperti saat ini. Aku hanya berusaha menjalaninya sebaik yang aku mampu. Setelah ditinggalkan oleh dua pendiri lainnya, aku hanya berusaha menjawab tantangan pada diriku sendiri: 'jika setelah ditinggalkan aku berhenti, aku tidak akan pernah bisa menjalani persoalan hidup yang lebih besar dari Tobucil'. Dan upaya menjawab tantangan itu  kemudian mengantarkanku sampai waktu 12 tahun. Selanjutnya baca di sini